OPINI: Kebijakan dan Keadilan Promosi Kesehatan di Indonesia
Promosi kesehatan menjadi barang langka yang hanya dinikmati mereka yang tinggal di tempat yang beruntung secara geografis dan ekonomi. Ini bukan soal kemampuan teknis semata. Ini soal kebijakan yang tidak dilengkapi dengan mekanisme pemerataan.
Jika penentu kebijakan menetapkan program namun tidak memastikan dukungan sumber daya di daerah, maka yang terjadi bukan desentralisasi, tetapi delegasi tanpa dukungan.
PELAJARAN PAHIT DARI PANDEMI
Pandemi COVID-19 memberikan pembelajaran berharga bahwa kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan yang tinggal di daerah terpencil belum terjangkau menyeluruh. Kampanye kesehatan berlangsung setiap hari di televisi dan media sosial tetapi hanya sampai kepada mereka yang punya akses-akses internet, akses gadget, akses ke bahasa Indonesia yang baik.
Orang tua di desa yang hanya punya televisi tabung dan lebih fasih berbahasa daerah, mereka tertinggal bukan karena tidak mau tahu, tapi karena sistem promosi kesehatannya yang belum sepenuhnya dirancang untuk menjangkau kearifan lokal dan kebudayaan mereka.


Tinggalkan Balasan