metrokendari

Berita Terkini Sulawesi Tenggara

Kamis, 25 Juni 2026

OPINI: Kebijakan dan Keadilan Promosi Kesehatan di Indonesia

Muhammad Syahwal (Mahasiswa Program Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat – Universitas Muslim Indonesia, makassar)

Yang lebih ironis, anggaran kesehatan sering naik drastis menjelang pemilihan kepala daerah. Bukan karena ada wabah atau lonjakan kasus penyakit, tapi karena kesehatan adalah isu yang laku dijual ke pemilih.

Setelah pemilu selesai, program-program itu pun senyap. Masyarakat tidak mendapat perubahan perilaku yang berkelanjutan hanya mendapat spanduk dan senam massal yang menghilang setelah pencoblosan.

Otonomi Daerah Dan Juran Yang Makin Lebar

Desentralisasi yang lahir dari semangat reformasi mestinya membawa pelayanan kesehatan lebih dekat ke masyarakat. Dan memang hasilnya beberapa daerah berhasil berinovasi secara luar biasa. Tapi yang terjadi secara keseluruhan adalah fragmentasi. Setiap daerah berjalan sendiri-sendiri, dengan kapasitas yang sangat berbeda.

Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang diluncurkan pemerintah pusat sejak 2017 adalah contoh konkret. Implementasi program ini di DKI Jakarta berjalan dengan dukungan aplikasi digital, kemitraan swasta, dan anggaran memadai. Namun di wilayah lain, listrik dan sinyal masih menjadi hal yang mewah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Dilarang Keras Copy Paste!