LBH HAMI Desak Polres Bombana Usut Tuntas Dugaan Pembunuhan di Desa Balasari
Kendari demikian, kecurigaan keluarga korban mencuat karena adanya tanda-tanda penganiayaan pada fisik korban. Selain itu, telepon genggam milik korban raib dan hanya menyisakan pengisi daya (charger) di lokasi kejadian, yang diduga kuat diambil oleh pelaku.
“Pihak keluarga akhirnya resmi melapor ke polisi seminggu setelah pemakaman, dan proses autopsi baru dilakukan pada Desember 2025,” jelas pria yang kerap disapa Andre ini.
Ibu korban, Jumarnawati, mengaku hingga kini belum bisa mengikhlaskan kepergian buah hatinya yang tewas diduga dibunuh.
“Saya meminta kepada kepolisian, tolong saya pak. Saya hanya memerlukan keadilan. Sekarang saya tidak bisa apa-apa lagi,” ucap Jumarnawati sambil terseduh menangis.
Sementara, awak media ini, masih berupaya mengkonfirmasi ke pihak Polres Bombana menyangkut perkembangan kasus yang dilaporkan orang tua korban.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) Sat Reskrim Polres Bombana tertanggal 1 April 2026 yang ditujukan kepada Jumarnawati, pihak kepolisian menyatakan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.


Tinggalkan Balasan