metrokendari

Berita Terkini Sulawesi Tenggara

Kamis, 21 Mei 2026

Gempuran Indomaret di Baruga: Ritel Raksasa Mengepung, Warung Kecil Tergulung

Foto. Ilustrasi Indomaret vs UMKM

Kehadiran gerai ritel modern seperti Indomaret yang menjamur di Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berdampak negatif terhadap ekosistem pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Berbagai dampak yang ditimbulkan terhadap UMKM yakni Lumpuhnya Omzet Harian, Kalah Modal dan Akses Pasokan, Pergeseran Jam Operasional dan Hilangnya Identitas Ekonomi Lokal.

Lumpuhnya Omzet Harian

Kehadiran ritel modern mengubah perilaku konsumen lokal. Fasilitas belanja yang bersih, ber-AC, dan memiliki sistem pembayaran digital menarik pembeli menjauh dari warung kelontong tradisional.

Akibatnya, pedagang kecil di Baruga melaporkan penurunan omzet drastis hingga 50–70%, bahkan beberapa di antaranya terpaksa gulung tikar.

Kalah Modal dan Akses Pasokan

UMKM lokal tidak memiliki daya tawar (bargaining power) dalam menentukan harga kulakan seperti korporasi besar. Ritel modern dapat menjual barang dengan harga promo yang sering kali lebih murah daripada harga modal warung tradisional.

Pergeseran Jam Operasional

Banyak gerai ritel modern beroperasi hingga larut malam atau 24 jam. Hal ini mematikan ceruk pasar warung kelontong yang biasanya mengandalkan pembeli di malam hari setelah pasar tradisional tutup.

Hilangnya Identitas Ekonomi Lokal

Ketika warung-warung lokal tutup, perputaran uang tidak lagi tinggal di dalam komunitas Kecamatan Baruga, melainkan ditarik ke korporasi pusat. Ini memperlemah ketahanan ekonomi akar rumput di Kota Kendari

Saran terhadap Pemerintah Kota Kendari

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari harus bertindak sebagai regulator yang adil, bukan sekadar fasilitator investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Dilarang Keras Copy Paste!