Pemkot Kendari Siapkan Strategi Baru: Kirim Tenaga Kerja Terampil ke Luar Negeri untuk Atasi Pengangguran
Sementara itu, Kepala BP3MI Sulawesi Tenggara, La Ode Askar, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya menyukseskan program SMK Go Global yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah pusat.
Melalui program itu, pemerintah menargetkan penempatan 500 ribu tenaga kerja Indonesia ke luar negeri secara bertahap hingga tahun 2029. Khusus tahun 2026, pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu tenaga kerja ditempatkan di berbagai negara tujuan.
Menurut La Ode Askar, program ini tidak hanya berorientasi pada penempatan kerja, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kompetensi dan kemampuan bahasa asing.
“Selama ini banyak masyarakat berminat bekerja ke luar negeri, tetapi terkendala kompetensi dan biaya pelatihan. Karena itu negara hadir untuk memberikan pelatihan kepada calon pekerja migran agar mereka siap bersaing di pasar kerja global,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini minat masyarakat Sulawesi Tenggara masih relatif rendah. Dari proses pendataan yang dilakukan sejak akhir 2025 hingga Mei 2026, jumlah pendaftar yang menyatakan minat bekerja ke luar negeri baru mencapai 227 orang.



Tinggalkan Balasan