Nekat Jadi Pengedar Sabu Demi Tebus Barang Gadaian, Teknisi WiFi di Kendari Diciduk Polisi
METROKENDARI.COM – Seorang pemuda berinisial DR (22) tahun, tak berkutik saat diringkus jajaran kepolisian dari Unit 1 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ia ditangkap akibat nekat menjadi pengedar narkotika jenis sabu di Jalan Tunggala Dalam, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari.
Penangkapan tersebut berlangsung pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 00.30 WITA dini hari. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 51 paket sabu dengan total berat bruto 15,80 gram.
Berawal dari Laporan Masyarakat
Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Sultra, Kompol Ario Damar, mengungkapkan bahwa penangkapan ini berawal dari keresahan warga setempat. Masyarakat melaporkan bahwa di permukiman mereka kerap dijadikan tempat transaksi barang haram tersebut.
”Hasil interogasi, pelaku mengaku memperoleh sabu itu dari seorang Narapidana (Napi) di Lapas Kelas II A Baruga. Mereka mengontrol jaringan ini melalui kurir dan berkomunikasi lewat telepon,” ujar Kompol Ario Damar.
Baca Juga : Polda Sultra Tangkap Pengedar Sabu di Poasia, 22 Paket Barang Bukti Disita
Motif Ekonomi dan Pekerjaan Pelaku
Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, DR diketahui sehari-hari bekerja sebagai seorang teknisi WiFi. Ia mengaku nekat terjun ke dunia hitam peredaran narkoba karena terdesak kebutuhan ekonomi.
”Dia nekat jadi pengedar karena butuh uang cepat untuk menebus sebuah alat elektronik miliknyan yang sedang digadaikan,” tambah Ario.
Ancaman Pasal dan Hukuman Pidana
Saat ini, DR beserta barang bukti telah diamankan di Mapolda Sultra untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan undang-undang narkotika.
Baca Juga : Dua Mahasiswa Ditangkap Polisi Saat Transaksi Sabu di Kendari
Mengingat barang bukti yang ditemukan melebihi 5 gram (yakni 15,80 gram), maka jeratan hukumannya merujuk pada:
Pasal yang disangkakan: Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Ancaman Hukuman:
Pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.
Denda maksimum ditambah sepertiga (karena barang bukti melebihi 5 gram).
Reporter. Wayan Sukanta




Tinggalkan Balasan