SPBU Motaha Konsel Diserbu Motor Tangki Modifikasi Hingga Picu Protes Warga
Seorang warga setempat yang ikut mengantre dan enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekecewaannya secara langsung saat ditemui di lokasi.
“Kami yang pakai motor standar atau mobil pribadi ini sering sekali tidak kebagian Pertalite. Baru sebentar antre, petugas sudah bilang habis. Bagaimana tidak cepat habis, kalau satu motor Thunder atau tangki modifikasi itu bisa menampung belasan sampai puluhan liter sekali isi. Ini jelas merugikan masyarakat kecil yang benar-benar butuh untuk transportasi sehari-hari,” ujarnya dengan nada kesal.
Pihak SPBU Diduga Tidak Tegas
Kondisi ini diperparah oleh sikap manajemen SPBU Motaha yang diduga tidak tegas dalam menerapkan aturan.
Pihak SPBU terkesan lepas tangan dan membiarkan praktik pengisian BBM bersubsidi ke kendaraan bertangki non-standar tersebut terus berjalan tanpa adanya pengawasan yang ketat.
Ketiadaan tindakan tegas dari operator maupun pengawas lapangan membuat para pemilik motor tangki modifikasi ini semakin bebas menguasai antrean.
Desakan Kepolisian untuk Turun Tangan


Tinggalkan Balasan