Penolakan Permohonan Merek Dagang: Memahami Alasan Utama dan Cara Menghindarinya
b. Sifat Deskriptif atau Generik
Merek dagang yang hanya bersifat deskriptif atau generik sering ditolak karena tidak dapat membedakan barang atau jasa pemohon dari merek dagang lain. Misalnya, upaya untuk mendaftarkan merek dagang seperti “Restoran Lezat” untuk tempat makan kemungkinan besar akan ditolak karena sifatnya yang murni deskriptif.
Untuk mengatasi masalah ini, pemohon harus mempertimbangkan untuk menggunakan merek dagang yang dibuat-buat atau bersifat sugestif yang tidak secara langsung menggambarkan barang atau jasa yang ditawarkan.
c. Merek yang Menipu atau Menyesatkan
Jika merek dagang menyesatkan konsumen tentang sifat, kualitas, atau asal geografis barang atau jasa, kemungkinan besar akan ditolak. Misalnya, penggunaan merek seperti “Paris Couture” untuk barang yang tidak dibuat di Paris dapat mengakibatkan penolakan berdasarkan alasan ini.
Memastikan bahwa merek tersebut secara akurat mencerminkan barang atau jasa dapat mencegah penolakan tersebut.
d. Menyinggung atau Bertentangan dengan Kebijakan Publik
Merek yang mengandung bahasa, simbol, atau citra yang menyinggung, atau yang melanggar kebijakan publik atau standar moral, akan langsung ditolak. Sangat penting untuk mengevaluasi konotasi budaya dan sosial dari merek yang diusulkan, terutama saat mendaftar di yurisdiksi asing.


Tinggalkan Balasan