Kisah Bidan di Kabaena Bertaruh Nyawa Menembus Laut Demi Rujuk Pasien Ibu Hamil
Bombana, METROKENDARI.COM – Deru mesin perahu katinting membelah keheningan Selat Kabaena.
Di atas dek kayu yang bergoyang dihantam ombak, waktu terasa berjalan begitu lambat. Bagi seorang bidan dan tim medis dari Puskesmas Kabaena Timur, perjalanan hari itu bukan sekadar tugas dinas biasa.
Ini adalah pertarungan melawan waktu, jarak, dan alam demi menyelamatkan dua nyawa: seorang ibu yang hendak melahirkan dan bayi di dalam kandungannya.
​Kabaena, sebuah wilayah kepulauan di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, kembali menjadi saksi bisu betapa mahalnya harga sebuah fasilitas kesehatan yang memadai.
Baca Juga :Â Usai Viral, Dinkes Bombana Pinjam Speed Boat Untuk Angkut Pasien Dari Kabaena ke Rumah Sakit
Ketika fasilitas di pulau tak lagi mampu meredam risiko, satu-satunya jalan adalah merujuk pasien ke Rumah Sakit di Kasipute, daratan utama Bombana.
​Namun, jalan menuju keselamatan itu tidak bertabur aspal mulus, melainkan hamparan laut lepas.
​”Kami tidak punya banyak pilihan. Di atas perahu ini, doa kami jauh lebih kencang daripada suara mesin,” tulis akun media sosial resmi Puskesmas Kabaena Timur dalam sebuah unggahan yang mendadak menyentuh hati banyak netizen.


Tinggalkan Balasan