Kota Kendari Langganan Banjir, Masalah Klasik Yang Tidak Kunjung Usai
TAJUK RENCANA – Setiap kali mendung menggelayut di langit Kota Kendari, kecemasan seketika menjalar di benak ribuan warga. Hujan yang seharusnya menjadi berkah, kini telah bergeser makna menjadi momok yang menakutkan.
Kota Kendari tidak pernah luput dari sasaran banjir. Pola ini terus berulang, tahun demi tahun, musim demi musim, seolah menjadi ritual bencana wajib yang harus diterima pasrah oleh masyarakat.
​Pertanyaannya: Sampai kapan pemukiman warga harus terus menjadi korban?
Baca Juga :Â Kota Kendari Kembali Dikepung Banjir, Warga Dievakuasi Akibat Rumah Tenggelam
​Menagih Solusi Konkret, Bukan Sekadar Retorika
​Kita harus jujur dan berani melihat kenyataan di lapangan. Hingga hari ini, belum ada solusi konkret dan komprehensif yang dirasakan dampaknya secara signifikan oleh masyarakat.
Pemerintah Kota Kendari tampaknya masih terjebak dalam pola penanganan yang bersifat reaktif—baru sibuk bergerak saat air sudah setinggi dada—bukan antisipatif.
​Drainase yang Mampet: Sistem saluran air kota mengalami penyempitan dan pendangkalan hebat, namun pengerukan dan tata ulang terkesan setengah hati.


Tinggalkan Balasan