Kisah Bidan di Kabaena Bertaruh Nyawa Menembus Laut Demi Rujuk Pasien Ibu Hamil
​Dalam foto dan video yang dibagikan, tampak para tenaga kesehatan (nakes) dengan pakaian dinas mereka, tetap sigap menjaga sang ibu hamil di tengah keterbatasan ruang dan fasilitas di atas kapal penyeberangan.
Angin kencang dan guncangan ombak tak menyurutkan jemari mereka untuk terus memeriksa denyut nadi dan memastikan sang ibu tetap bertahan.
​Bagi masyarakat kepulauan, rujukan medis adalah babak pertaruhan. Jarak geografis sering kali menjadi pembatas antara hidup dan mati.
Ketika masyarakat perkotaan dengan mudah mengakses rumah sakit menggunakan ambulans ber-AC dalam hitungan menit, para nakes di Kabaena harus akrab dengan pelampung, cuaca ekstrem, dan kecemasan jika tiba-tiba persalinan terjadi di tengah laut.
​Meski dihimpit keterbatasan fasilitas dan akses transportasi yang menguji nyali, para nakes ini menolak untuk menyerah pada keadaan.
Pengabdian profesi bukan lagi sekadar sumpah di atas kertas, melainkan tindakan nyata yang mereka bawa bertarung di atas ombak.
​Bagi mereka, senyum pertama sang bayi saat menghirup udara dunia dan embusan napas lega sang ibu di ruang perawatan rumah sakit kelak, adalah upah terbesar yang melunasi seluruh rasa cemas di tengah samudra.


Tinggalkan Balasan