Gegara Panggil Istri Orang dengan Sebutan Sayang, Akhir Hidup Pengamen Sidoarjo Ini Berakhir Tragis
Dari keterangan mereka, pembunuhan tersebut dilatarbelakangi soal asmara. Dawud sebagai pelaku dan otak pembunuhan mengaku sakit hati ke korban yang mengajak keluar istrinya dengan panggilan sayang.
“Saya membaca SMS di HP istri. Andi (korban) mengajak istri saya keluar, dan menggunakan panggilan sayang,” ujar Dawud saat dihadirkan dalam press release.
Mengetahui hal ini emosi Dawud pecah. Ia lalu merencanakan penganiayaan Andi untuk memberi pelajaran. Untuk melaksanakan niatnya, Dawud mengajak rekan satu komunitas pengamen punknya untuk menganiaya Andi.
Pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya Andi dilakukan oleh para tersangka sekitar November 2015. Awalnya, Dawud bersama teman-temannya menjemput Andi di sekitar rumahnya di daerah Pepelegi, Waru.
Dari sana, Andi kemudian dibawa ke TKP yang menjadi markas kelompok mereka. Di lokasi, Andi dianiaya oleh Dawud dan teman-temannya yang berjumlah 10 orang dengan tangan kosong dan batu.
Saat dianiaya, korban hanya mengenakan celana dalam, sementara bajunya telah dibuang entah kemana. Puas menganiaya, beberapa pelaku pulang dan sebagian masih di lokasi karena mereka tak memiliki rumah. Sementara korban yang sudah menjadi mayat ditinggalkan di salah satu rumah kosong di sekitar lokasi.


Tinggalkan Balasan