Priska Sahanaya Melatih Strategi Public Speaking Autentik di SMA Muhammadiyah 24
Terakhir, sebagaimana komunikasi antara pembicara dan pendengar perlu terjalin secara dua arah, pembicara perlu ekspresif dalam menunjukkan perasaannya untuk dapat menginspirasi pendengar sehingga dapat mengajak pendengar untuk secara terbuka bersedia juga untuk membagikan cerita yang dialaminya. Pembicara dapat menunjukkan ekspresi wajah dan intonasi suara yang tenang dan lembut. Pembicara juga perlu memperhatikan dan beradaptasi dengan cara menanggapi cerita pendengarnya dengan baik. Dengan demikian, baik pembicara dan pendengar akan mendapatkan pembelajaran yang bermanfaat dari diskusi yang dijalankan.

Rafael, salah satu siswa SMA Muhammadiyah 24, memberikan kesannya mengenai workshop karena menurutnya workshop telah membantunya untuk lebih percaya diri lagi dalam menyampaikan gagasan dan ide yang ingin disampaikannya di hadapan umum. “Public speaking memberi kontribusi dalam meningkatkan kualitas diri. Kita dapat meningkatkan rasa percaya diri dengan belajar public speaking. Sekarang, saya merasa lebih siap dan tidak gampang grogi saat harus mempresentasikan ide atau gagasan,” kata Rafael.


Tinggalkan Balasan