metrokendari

Berita Terkini Sulawesi Tenggara

Kamis, 7 Mei 2026

Priska Sahanaya Melatih Strategi Public Speaking Autentik di SMA Muhammadiyah 24

Terakhir, sebagaimana komunikasi antara pembicara dan pendengar perlu terjalin secara dua arah, pembicara perlu ekspresif dalam menunjukkan perasaannya untuk dapat menginspirasi pendengar sehingga dapat mengajak pendengar untuk secara terbuka bersedia juga untuk membagikan cerita yang dialaminya. Pembicara dapat menunjukkan ekspresi wajah dan intonasi suara yang tenang dan lembut. Pembicara juga perlu memperhatikan dan beradaptasi dengan cara menanggapi cerita pendengarnya dengan baik. Dengan demikian, baik pembicara dan pendengar akan mendapatkan pembelajaran yang bermanfaat dari diskusi yang dijalankan.

Priska Sahanaya mengumumkan siswa dengan poin terbanyak di sesi workshop dan memberinya medali serta apresiasi. Sumber gambar: Dok. pribadiTidak lupa pada sesi workshop tersebut Priska Sahanaya mengajak para siswa untuk aktif menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan Priska dan juga mencoba untuk mempraktikkan cara-cara untuk menjadi pembicara yang autentik. Siswa yang aktif akan mendapatkan poin dan di akhir siswa dengan poin terbanyak akan mendapatkan hadiah berupa medali penghargaan dari Priska.

Rafael, salah satu siswa SMA Muhammadiyah 24, memberikan kesannya mengenai workshop karena menurutnya workshop telah membantunya untuk lebih percaya diri lagi dalam menyampaikan gagasan dan ide yang ingin disampaikannya di hadapan umum. “Public speaking memberi kontribusi dalam meningkatkan kualitas diri. Kita dapat meningkatkan rasa percaya diri dengan belajar public speaking. Sekarang, saya merasa lebih siap dan tidak gampang grogi saat harus mempresentasikan ide atau gagasan,” kata Rafael.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Dilarang Keras Copy Paste!