Priska Sahanaya Jelaskan Cara Public Speaking yang Efektif di SD Muhammadiyah 27
2. Pembicara perlu melakukan kontak mata dengan audiens-nya agar audiens merasa dilibatkan dan diperhatikan selama sesi pembicaraan. Teknik yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan teknik kontak mata zig-zag. Misalnya pembicara melakukan kontak mata pada audiens dari sisi kanan belakang terlebih dahulu lalu dilanjutkan ke sisi kiri depan. Tidak lupa juga untuk menjaga kontak mata sepersekian detik pada audiens tertentu dan juga bisa divariasikan bagaimana cara perpindahan kontak mata kepada audiens lainnya.
3. Pembicara dapat menggunakan gestur tangan untuk memperjelas poin yang pembicara sedang sampaikan. Dengan menggunakan gestur tangan, pembicara dapat dengan fleksibel menyampaikan pesannya dan dapat juga memberikan kesan agar poin-poin penting dapat mudah diingat oleh pendengarnya. Gunakan gestur tangan seperlunya pada bagian-bagian poin tertentu, hindari penggunaan gestur tangan yang berlebih agar pendengar tidak teralihkan fokusnya ke gestur tangan yang digunakan.
4. Pembicara perlu ekspresif dalam menyampaikan pesannya baik melalui ekspresi muka dan gerak tubuhnya. Hal ini dilakukan untuk menciptakan atmosfir pembicaraan agar audiens dapat merasakan dan terbawa dengan penyampaian pembicara. Misalnya ketika pembicara menunjukkan kegembiraannya atau kehebohannya sehingga audiens dapat memahami apa yang disampaikan pembicara dengan lebih baik lagi.


Tinggalkan Balasan