Perputaran Ekonomi Warga Torobulu Lumpuh Dampak PT WIN Tidak Beroperasi Lagi
Halwiyati mengaku kondisi tersebut membuat dirinya semakin pusing dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Sebagai pemilik kios, ia kini harus menanggung berbagai kebutuhan rumah tangga dengan penghasilan yang jauh menurun.
“Saya pusing, karena biaya keluarga harus ditanggung sendiri. Suami juga susah. Mau kerja berat juga susah. Penghasilan saya hanya dari kios,” katanya.
Beban tersebut, lanjut Halwiyati, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan anak-anak, tetapi juga membantu anggota keluarga lainnya yang ikut bergantung kepadanya.
Di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan biaya sekolah anak tetap harus dipenuhi.
Halwiyati mengatakan, saat aktivitas PT WIN masih berjalan, perputaran ekonomi di sekitar wilayah tersebut terasa lebih hidup.
Kebutuhan makan, biaya sekolah anak, hingga kebutuhan rumah tangga relatif lebih mudah dipenuhi karena pendapatan dari usaha kios masih berjalan.
Namun kini, ketika aktivitas perusahaan berhenti, dampaknya disebut terasa hingga ke kebutuhan paling mendasar.




Tinggalkan Balasan