Perempuan Rembang: Melangkah Menuju Perikanan Berkelanjutan di Jawa Tengah
Sangatlah penting untuk mengapresiasi bagaimana para pelatih perempuan ini secara efektif mengkomunikasikan pesan-pesan penting tentang praktik penangkapan rajungan sekaligus meningkatkan penghidupan mereka. Kisah sukses tersebut akan menjadi pembelajaran bagi perempuan nelayan rajungan di daerah lain dan masyarakat pesisir pada umumnya.
Kerangka Ekonomi Biru Indonesia mengutip UN Women yang mengatakan bahwa 37%, berbeda dengan 10% data yang dikumpulkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dari 12,2 juta orang yang bekerja di sektor ekonomi biru di Indonesia adalah perempuan. Terlepas dari perbedaan data yang ada, peran perempuan di sektor ini sangatlah penting karena sebagian besar sector perikanan rajungan masih merupakan usaha skala kecil. Oleh karena itu, peran mereka dalam pertumbuhan sektor ekonomi biru Indonesia di masa depan yang juga akan bermanfaat bagi komunitas nelayan.
Meskipun program pelatihan CTC telah selesai tahun lalu, pembelajaran dan inspirasi untuk menjadi panutan tetap terpatri kuat di antara para pelatih perempuan ini. Mereka telah mendapat kesempatan untuk menginspirasi perempuan lain saat memberi pelatihan ke perempuan di lima desa lain dengan membawakan materi business model canvas (BMC) dan ekologi rajungan. Para pelatih perempuan tersebut mengungkapkan harapan yang sama: Mereka merasa masih banyak pengetahuan dan keterampilan baru yang ingin mereka pelajari, seperti metode perikanan rajungan berkelanjutan dengan menggunakan apartemen kepiting. Mereka juga mendesak penegakan hukum oleh pihak berwenang untuk mengatasi masalah limbah dan penggunaan alat penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan untuk mencapai perikanan rajungan berkelanjutan di kabupaten tersebut.


Tinggalkan Balasan