Miris! Garda Terdepan Kesehatan di Sultra Hanya Digaji Rp 250 Ribu, Perawat Ancam Mogok Kerja
​”Kami sangat prihatin. Perawat adalah pihak pertama yang berhadapan dengan pasien, mempertaruhkan risiko tinggi, namun kesejahteraannya sama sekali tidak diperhatikan. Upah Rp 250 ribu sampai Rp 750 ribu itu sangat tidak layak dan tidak manusiawi di tengah tuntutan ekonomi saat ini,” tegas Heryanto kepada metrokendari.com, Minggu (17/5/2026).
Baca Juga :Â PPNI Sultra Geram, Insentif Nakes di RS Djafar Harun Kolut Tidak Sesuai
​Menurutnya, beban kerja yang dipikul oleh para perawat di rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Sultra tidak sebanding dengan apresiasi yang mereka terima dari pemerintah.
​Konsolidasi Mogok Kerja Nasional/Daerah: Menuntut Hak Upah Layak
​Kesabaran para tenaga medis ini tampaknya sudah habis. Sebagai bentuk protes nyata atas ketidakadilan yang mereka alami, para perawat di Sulawesi Tenggara saat ini tengah melakukan konsolidasi besar-besaran untuk menggelar aksi mogok kerja.
​Aksi ini dipicu oleh buntunya jalur diplomasi dan tidak adanya komitmen nyata dari pemerintah dalam memperbaiki struktur pengupahan tenaga perawat, khususnya tenaga honorer atau sukarelawan di daerah.


Tinggalkan Balasan