metrokendari

Berita Terkini Sulawesi Tenggara

Minggu, 2 Agustus 2026
Hari Bhayangkara ke-80

LindungiHutan Gelar Webinar Pemanfaatan Ekosistem Hutan dan Perairan untuk Mengatasi Perubahan Iklim Secara Berkelanjutan

Ia juga menambahkan bahwa dibalik potensi yang cukup besar, Indonesia juga memiliki laju kerusakan hutan mangrove tercepat di dunia. Kerusakan tersebut disebabkan oleh kegiatan alih fungsi lahan, pencemaran limbah, illegal logging, dan peningkatan laju abrasi air laut.

Pesisir Tambakrejo, Kota Semarang, menjadi salah satu kawasan yang kerap terjadi banjir rob. Hal tersebut disebabkan oleh kegiatan alih fungsi lahan yang menyebabkan berkurangnya benteng pertahanan di wilayah pesisir. 

“Di pesisir Tambakrejo Kota Semarang, ada area makam tenggelam dan mulai tergerus oleh abrasi. Hutan mangrove ditebang dijadikan tambak sehingga air laut tidak bisa tertahan dan masuk ke area daratan. Masyarakat disana juga harus meninggikan rumahnya agar tidak terkena banjir rob,” ungkap Alma.

Pemaparan materi webinar oleh Haryo Ajie Dewanto (Dokumentasi: LindungiHutan).Sebagai pemateri kedua Haryo Ajie Dewanto memaparkan bahwa hutan memiliki nilai/peranan lain mencakup 3 pilar antara lain mitigasi perubahan iklim, pelestarian keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kita harus melihat hutan dari sudut pandang yang berbeda. Hutan memiliki nilai yang lebih dari pada hal yang di ekstraktif itu sendiri. Dengan menjaga hutan dan segala sistem didalamnya, saat ini fokus dalam penanganan mitigasi perubahan iklim, pelestarian keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan serta pengembangan komunitas lokal,” ujar Haryo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
Sridana Mart
error: Dilarang Keras Copy Paste!