Kembalinya Pertumbuhan Profitabilitas yang Kuat bagi Sampoerna di 2023, Sambut Presiden Direktur Baru
Sementara itu, kinerja segmen SKT menunjukan tanda pemulihan dengan pangsa pasar 28% pada tahun 2023 setelah mengalami tren penurunan pangsa pasar berkelanjutan dari 37% pada 2006 menjadi 17% pada tahun 2019. Hal ini didukung oleh kebijakan Pemerintah terkait cukai produk tembakau yang mempertimbangkan penyerapan tenaga kerja serta tembakau dan cengkih dari petani lokal.
Seiring dengan hal tersebut, Sampoerna menambah fasilitas produksi SKT dan Mitra Produksi Sigaret (MPS) pada awal tahun 2024 yang berdampak langsung pada penyerapan puluhan ribu tenaga kerja baru. Dengan penambahan tersebut, total tenaga kerja Sampoerna secara langsung dan tidak langsung menjadi lebih dari 90.000 orang.
“Memasuki 111 tahun Sampoerna berkiprah di Indonesia, kami terus konsisten berupaya berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi jangka panjang, menciptakan nilai ekonomi di seluruh mata rantai industri, dan penyerapan tenaga kerja yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap penciptaan efek berganda di Indonesia,” tutur Vassilis.




Tinggalkan Balasan