Indonesia Impor Bijih Nikel Dari Filipina, Apakah Dampak Tambang Tutup?
METROKENDARI.ID – Indonesia saat ini tengah melakukan impor bijih nikel (ote nikel) besar-besaran dari negara Filipina.
Impor tersebut terpaksa dilakukan oleh Indonesia akibat kekurangan pasokan bahan baku yang dibutuhkan untuk menjalankan operasi smelter dan produksi dalam negeri.
Plt Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (minerba) Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa isu impor bijih nikel dari Filipina muncul karena smelter di Sultra menghadapi keterbatasan dalam pasokan bahan baku.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap rencana keuangan dan anggaran biaya (RKAB) yang telah ada dan disetujui, ternyata pasokan bijih nikel yang diperlukan untuk smelter di dalam negeri masih mencukupi.
Dengan demikian, kekurangan pasokan bahan baku nikel di Sultra sebenarnya tidak terjadi.
BACA JUGA : OPINI : Kebijakan Hilirisasi Nikel
Wafid mengindikasikan bahwa kemungkinan alasan di balik keputusan impor tersebut bisa terkait dengan faktor lain yang tidak terkait dengan pasokan.
Hal ini menunjukkan bahwa masalah lain mungkin menjadi faktor yang mempengaruhi keputusan perusahaan untuk melakukan impor bijih nikel dari Filipina.




Tinggalkan Balasan