Data BPS Terbaru: Neraca Perdagangan di Sultra Alami Defisit, Hingga Kolaka Inflasi Tertinggi
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu:
kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,10 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,24 persen;
kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 7,31 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,46 persen; kelompok transportasi sebesar 1,52 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,06 persen;
kelompok pendidikan sebesar 4,34 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,57 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya
BPS Provinsi Sulawesi Tenggara bpsprovsultra BPS Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 12,03 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi y-on-y, yaitu: kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,16 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,25 persen.
Selain itu, Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,41 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,77 persen.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang menurun
BPS mencatat, pada Februari 2026, jumlah penumpang angkutan udara domestik yangberangkat dari Sulawesi Tenggara tercatat sebanyak 46.925 orang, turun sebesar 13,99 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 54.558 orang. Jumlah penumpang yang datang juga mengalami penurunan sebesar 21,89 persen, dari 58.797 orang pada Januari menjadi 45.925
orang pada Februari 2026.


Tinggalkan Balasan