metrokendari

Berita Terkini Sulawesi Tenggara

Rabu, 13 Mei 2026

Wayan Sukanta: Perjalanan Panjang Dari Perawat Kini Jadi Jurnalis

Wayan Sukanta, Jurnalis metrokendari.com

Dibalik sorot matanya yang tajam dan jemari yang kini lincah menari di atas keyboard, Wayan Sukanta menyimpan memori tentang bau karbol, putihnya seragam perawat, dan dinginnya lantai bangsal rumah sakit.

Siapa sangka, pria yang kini dikenal sebagai jurnalis andalan di metrokendari.com ini dulunya adalah seorang paramedis yang menghabiskan malam-malamnya memantau detak jantung pasien.

​Masa Kelam: Hidup yang Terkatung-katung

​Perjalanan Wayan tidaklah bertabur bunga. Setelah memutuskan untuk melepas seragam perawatnya karena panggilan jiwa yang berbeda, ia sempat dihantam badai ketidakpastian.

​Ekonomi yang Terjepit: Keluar dari zona nyaman sebagai tenaga kesehatan membuatnya harus merasakan pahitnya menjadi pengangguran.

​Kehilangan Arah: Ada masa di mana ia merasa terkatung-katung di jalanan Kota Kendari. Uang di dompet seringkali hanya cukup untuk sekali makan, sementara masa depan tampak kabur seperti kaca yang berembun.

​Cemoohan: Tak jarang ia menerima pandangan sebelah mata. Banyak yang menyayangkan keputusannya meninggalkan profesi perawat yang dianggap stabil demi mengejar idealisme yang belum pasti.

​Titik Balik: Menukar Stetoskop dengan Pena

​Namun, di tengah keterpurukannya, Wayan menyadari satu hal: jika dulu ia menyembuhkan raga dengan obat, kini ia ingin menyembuhkan “penyakit sosial” dengan informasi. Ia mulai belajar jurnalistik secara otodidak, merayap dari nol, dan memberanikan diri terjun ke lapangan sebagai reporter hijau.

​Perjuangan di dunia pers tidaklah mudah bagi seorang pemula. Wayan harus belajar merasakan panasnya aspal, mengejar narasumber yang sulit ditemui, hingga menulis berita di bawah lampu jalan saat tenggat waktu mencekik.

​Puncak Perjuangan: Menjadi Suara bagi yang Tak Terdengar

​Kini, nama Wayan Sukanta telah memiliki tempat di hati pembaca metrokendari.com. Ketelitiannya saat menjadi perawat—di mana kesalahan kecil bisa berakibat fatal—ia bawa ke dalam profesi barunya. Baginya, data dan fakta adalah “resep” yang harus diracik dengan jujur agar masyarakat mendapatkan informasi yang sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Dilarang Keras Copy Paste!