Warga Keluhkan Harga Gas LPG 3 Kg Tembus Rp 45 Ribu dan Langka
​Jeritan Hati Warga: Tolong Dengar Kami, Pak Pemerintah!
​Narasi keluhan warga Kendari kini menjadi sorotan tajam. Gas LPG 3 kg yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro, kini justru menjadi barang mewah yang sulit dijangkau.
​Berikut adalah poin-poin jeritan hati masyarakat Kendari yang butuh perhatian segera:
​Beban Ekonomi Kian Berat: Di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, pengeluaran sebesar Rp 50.000 hanya untuk gas sangat memukul daya beli masyarakat kecil.
​Kelangkaan yang Misterius: Warga mempertanyakan ke mana perginya pasokan gas bersubsidi, mengapa pangkalan sering kosong sementara pengecer justru memiliki stok dengan harga selangit.
​Perekonomian UMKM Terancam: Banyak pedagang makanan gerobakan dan warung kecil terancam gulung tikar karena biaya produksi yang membengkak akibat harga gas.
​Desakan Tindakan Nyata dari Pemerintah
​Masyarakat Kota Kendari kini mengetuk pintu hati Pemerintah Kota, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, serta pihak Pertamina untuk tidak tinggal diam melihat fenomena ini.
​Warga mendesak agar segera dilakukan operasi pasar murah dan sidak besar-besaran ke jalur distribusi gas LPG 3 kg. Harus ada tindakan tegas bagi para oknum penimbun atau pengecer nakal yang sengaja mencekik masyarakat demi keuntungan pribadi.
Jangan sampai jeritan emak-emak ini hanya dianggap angin lalu, sementara dapur warga perlahan-lahan berhenti mengepul.
Reporter. Wayan Sukanta


Tinggalkan Balasan