Tiga Belas Perusahaan Indonesia Raih Penghargaan ESG Award 2024 by KEHATI
Kategori Emiten
–
PT
Bank Mandiri (Persero) Tbk.
–
PT
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
–
PT Avia
Avian Tbk.
Kategori Investor – Fund Manager
–
PT
BNP Paribas Asset Management
–
PT Samuel
Aset Manajemen
Kategori Investor – Dana Pensiun
–
Dana
Pensiun Telkom
B. Sektor Impact Investment
Kategori Impact Entrepreneur
–
PT
Xurya Daya Indonesia (Xurya)
–
PT Sosial
Bisnis Indonesia (SOBI)
–
PT
Khazanah Hijau Indonesia (Rekosistem)
Kategori Investor on Impact Investment
–
East
Ventures
Kategori Facilitator
–
ANGIN
C. Sektor Debt & Project Financing
Kategori Issuer/Borrower
–
PT
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Kategori Investor/Creditor
–
PT
Indonesia Infrastructure Finance (“IIF”)
Kategori Facilitator
–
PT.
Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”)
Acara malam penghargaan ini digelar di Graha Niaga pada 30 Juli
2024, pada pukul 18.30 WIB yang dihadiri oleh seluruh kandidat penerima
penghargaan.
Pada malam penghargaan, Ketua Dewan Juri Darwin Cyril Noerhadi menjelaskan
beberapa kriteria penilaian. Pada Kategori Capital Market, di antaranya memiliki
skor ESG KEHATI yang tinggi, adanya kenaikan skor ESG dibanding periode
sebelumnya, jumlah produk dan dana kelolaan berbasis ESG, strategi kebijakan
dan praktik dalam mengintegrasikan aspek ESG dalam proses investasi baik untuk
produk Reksa Dana dan Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), serta memiliki inisiatif
dan komitmen dalam mengadopsi ESG pada proses dan praktik investasi.
Untuk kategori kedua yakni Impact Investment, kriteria pemenang
di antaranya entrepreneur dengan inovasi luar biasa yang berdampak positif bagi
lingkungan,sosial, dan berimbas pada agenda sustainability
khususnya pelestarian keanekaragaman hayati (nature biodiversity), perubahan iklim, dampak atas karbon,
pencegahan polusi & manajemen limbah, keterlibatan masyarakat, hingga
performa bisnis yang baik; investor dengan jumlah investasi dan dana kelolaan
yang didedikasikan untuk mendukung investasi berdampak (impact investment),
insiatif membangun
pipelines dan startup incubation; serta fasilitator yang aktif membangun
dan mendorong penerapan impact investment di Indonesia
Kriteria untuk kategori ketiga, Debt & Project Financing,
di antaranya issuer/borrower yang menerbitkan
surat utang atau instrumen lain yang berbasis hijau/keberlanjutan (green/sustainability instrument); investor/creditor
memberikan pembiayaan berkelanjutan (green/sustainability
debt investment), dengan dampak/sustainability impact yang signifikan dari pendanaan green project tersebut; serta fasilitator yang aktif sebagai enabler dalam
membangun ekosistem pendukung green project financing.
“Tren global saat ini sangat menuntut iklim bisnis dan
investasi yang berkelanjutan dengan menganut prinsip-prinsip environment,
social dan governance (ESG). Investasi berbasis ESG tidak hanya sekedar
memberikan keuntungan secara finansial, namun juga dampak positif secara sosial
dan keberlangsungan Planet Bumi. Prinisp investasi berbasis ESG juga sejalan
dengan Visi Indonesia Emas 2045 untuk mewujudkan Indonesia sebagai “Negara
Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan,” tutup Riki.


Tinggalkan Balasan