Sungai Eufrat Mengering, Tanda ‘Kiamat’ di Depan Mata
Tantangan-tantangan ini hanya akan memperburuk keadaan bagi sekitar 7,2 juta pengungsi yang datang akibat perang saudara. Mereka bergantung pada sungai-sungai ini untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.
Oleh karena itu, Sungai Eufrat dan Tigris bukan hanya sumber daya penting dalam evolusi manusia. Sungai-sungai ini juga merupakan aspek penting dari hak asasi manusia saat ini.
Selain ‘kiamat’ dari segi ilmiah, di mana perubahan iklim penyebabnya, di agama pun ada hadits yang terkait dengan surutnya Sungai Eufrat.
Bahkan ini menjadi salah satu tanda kiamat. Setelah Sungai Eufrat surut, umat Islam percaya akan muncul gunung emas.
“Tidak akan tiba hari kiamat hingga Sungai Eufrat menampakkan timbunan emas. Manusia saling membunuh karenanya. Dan setiap seratus orang terbunuh sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka berkata, ‘Semoga akulah yang beruntung.'” (HR Bukhari dan Muslim). Wallahualam.


Tinggalkan Balasan