Workshop yang diadakan tersebut mendapatkan kesan yang positif karena dapat dipahami dengan baik oleh para siswa. Salah satu siswi bernama Asti membagikan bahwa sesi yang paling disukainya adalah ketika sesi bertukar cerita. Sesi tersebut mendorong siswa untuk menceritakan pengalaman unik yang mereka alami dan siswa-siswa lain yang mendengarkan diminta untuk mengingat bagian-bagian cerita dan juga memberikan kesan dan pertanyaan terhadap cerita yang telah dibagikan.
Siswi lainnya bernama Sasa menambahkan kesannya, “Hal yang paling saya suka (adalah) sesi belajar public speaking karena saya jadi gak malu lagi untuk ngomong di depan umum,” kata Sasa. Membuat ruang belajar yang suportif tentu membuat anak tidak ragu untuk berpartisipasi untuk menunjukkan kemampuan dirinya sehingga sangat penting untuk menciptakan ruang belajar yang terbuka bagi anak untuk berbagi dan untuk didengarkan dengan penuh perhatian.
Pak Sukamdi, salah satu guru SD Muhammadiyah 10, sangat terkesan dengan workshop yang diadakan Priska tersebut, “Dengan adanya kegiatan ini, siswa dapat menyampaikan pendapatnya secara berani dan benar di hadapan orang banyak. Pada saat anak berinteraksi langsung secara pribadi (terlihat) antusias sendiri sehingga tanpa disuruh dia langsung memberikan reaksi,” ujar Pak Sukamdi.
Tinggalkan Balasan