metrokendari

Berita Terkini Sulawesi Tenggara

Minggu, 1 Februari 2026

Menenun Ketimpangan Dengan Kreatifitas

Rendra Manaba (Staff Khusus ICCN)

OPINI: Kreatifitas menjadi upaya dalam penanggulangan kesenjangan/ketimpangan yang terjadi di daerah maupun di pusat dengan tenunan benang potensial.

Cukup dengan 2 (dua) warna benang yang merupakan potensi dasar dari sebuah wilayah kepulauan, yaitu; benang biru adalah potensi dari kelautan, kemaritiman dan pariwisata. Sedangkan benang hijau adalah potensi kehutanan, pertanian, perkebunan dan peternakan.

Baca Juga: OPINI : Kebijakan Hilirisasi Nikel

Proses kreatifitas di mulai dari pemetaan potensi dasar dengan penelitian (R&D). Kemudian edukasi dan pemberdayaan SDM menjadi produktif, selanjutnya sinergi stakeholders demi menjaga keberlanjutan dengan membentuk ekosistem dan menciptakan iklim kebersamaan, kolaborasi dan elaborasi serta menyatukan asset bernilai tambah. Ada 3 (tiga) sektor kehidupan yang menjadi parameter kesejahteraan yaitu; Fisik, Sosial dan Ekonomi.

Nilai ekonomi tidak selamanya di ukur dengan uang, hakikat dari makna ekonomi adalah memenuhi kebutuhan. Dengan kreatifitas dapat mengaktivasi jiwa kewirausahaan dan menyulut naluri bisnis yang tepat sesuai dengan hobi, passion maupun karakternya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Dilarang Keras Copy Paste!