metrokendari

Berita Terkini Sulawesi Tenggara

Kamis, 30 April 2026

IMDG Code: Panduan Lengkap dalam Penanganan Barang Berbahaya di Laut

Diklat IMDG CodeIMDG Code mencakup berbagai jenis barang berbahaya, mulai dari bahan kimia beracun, bahan peledak, gas bertekanan, hingga bahan yang mudah terbakar. Kode ini juga mengatur setiap tahapan dalam penanganan barang berbahaya, termasuk cara pengemasan, pelabelan, penumpukan, dan pengangkutan, untuk meminimalkan risiko yang terkait.

Langkah-Langkah Penanganan Barang Berbahaya Sesuai IMDG Code

IMDG Code memberikan pedoman yang sangat jelas tentang bagaimana setiap barang berbahaya harus ditangani. Berikut adalah langkah-langkah penting dalam pengelolaan barang berbahaya sesuai dengan IMDG Code:

Identifikasi Barang Berbahaya
Setiap barang berbahaya harus diidentifikasi dengan jelas berdasarkan klasifikasi yang ditentukan oleh IMDG Code. Klasifikasi ini didasarkan pada sifat fisik dan kimia barang tersebut, seperti tingkat inflamabilitas, toksisitas, dan reaktivitas. Identifikasi yang tepat sangat penting untuk menentukan penanganan yang sesuai.

Pengemasan
IMDG Code menetapkan standar pengemasan yang harus digunakan untuk setiap jenis barang berbahaya. Pengemasan harus memastikan bahwa barang tersebut tidak akan bocor atau rusak selama proses pengangkutan. Pengemasan juga harus diberi label dan tanda bahaya internasional yang sesuai, seperti simbol api untuk bahan mudah terbakar atau tengkorak untuk bahan beracun.

Pelabelan dan Penandaan
Pelabelan dan penandaan barang berbahaya adalah langkah penting dalam memastikan bahwa setiap orang yang terlibat dalam pengelolaan barang tersebut mengetahui potensi bahaya yang ada. IMDG Code menentukan simbol dan kode yang harus digunakan untuk setiap jenis barang berbahaya, sehingga semua pihak yang terlibat dapat segera mengenali risiko yang ada.

Dokumentasi Pengangkutan
Setiap pengangkutan barang berbahaya harus dilengkapi dengan dokumen pengangkutan yang memuat informasi rinci tentang jenis barang, jumlah, klasifikasi, dan tindakan darurat yang harus diambil jika terjadi insiden. Dokumen ini harus selalu tersedia di lokasi pengangkutan dan diakses oleh pihak terkait.

Penumpukan dan Penyimpanan
Barang berbahaya harus ditumpuk dan disimpan dengan cara yang aman, sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh IMDG Code. Hal ini penting untuk mencegah interaksi antara barang berbahaya yang dapat menyebabkan kebakaran, ledakan, atau kebocoran bahan beracun. Selain itu, area penyimpanan juga harus diberi ventilasi yang baik dan diawasi secara ketat.

Pengangkutan dan Pemantauan
Selama pengangkutan, barang berbahaya harus dipantau secara terus-menerus untuk memastikan tidak ada kebocoran, kerusakan, atau risiko lain yang mungkin timbul. Proses pemantauan ini melibatkan pengecekan rutin terhadap wadah penyimpanan, sistem ventilasi, dan kondisi fisik barang yang diangkut.

Dasar Hukum di Indonesia

Di Indonesia, pemerintah telah mengadopsi standar IMDG Code melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 16 Tahun 2021. Regulasi ini mewajibkan setiap pihak yang terlibat dalam penanganan barang berbahaya di pelabuhan untuk memiliki sertifikasi yang diakui. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa pekerja atau perusahaan yang terlibat memiliki kompetensi untuk menangani barang berbahaya sesuai dengan standar keselamatan internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Dilarang Keras Copy Paste!