Astaga! Harta Bos Induk Perusahaan Shopee Ludes Rp 24 Triliun Hanya dalam Waktu Semalam, Kok Bisa?
Jumlah tersebut jauh lebih besar terlebih bila dibandingkan dengan kerugian sebesar US$ 931 juta pada periode yang sama tahun lalu. Hanya saja Li telah mengisyaratkan bila pihaknya mungkin sekali lagi akan membukukan kerugian karena akan meningkatkan nilai investasi perusahaan di sektor e-commerce.
Pernyataan disampaikan Li saat Shopee harus menghadapi persaingan yang semakin ketat dari para pesaingnya seperti Lazada dari Alibaba dan TikTok dari ByteDance. Pengumuman ini sekaligus menandai pergeseran fokus perusahaan pada peningkatan profitabilitas.
“Kami telah memulai, dan akan terus, meningkatkan investasi kami dalam menumbuhkan bisnis e-commerce di seluruh pasar kami. Investasi semacam itu akan berdampak pada keuntungan kami dan dapat mengakibatkan kerugian bagi Shopee dan grup kami secara keseluruhan dalam periode tertentu,” ujar Li dalam paparan publiknya.


Tinggalkan Balasan