Apakah Inversio Uteri Berbahaya? Waspadai Gejalanya!
1. Tali pusar yang pendek
2. Ketegangan pada tali pusar
3. Penggunaan relaksan otot selama persalinan
4. Rahim yang lemah atau abnormal
5. Plasenta akreta, di mana plasenta tertanam terlalu dalam di dinding rahim
6. Implantasi fundus plasenta, di mana plasenta tertanam di bagian paling atas rahim
7. Menarik tali pusar terlalu keras
8. Retensi plasenta dan perlekatan plasenta abnormal
9. Endometritis kronis
10. Ukuran janin yang sangat besar
11. Penggunaan obat-obatan tertentu
12. Kelainan kongenital rahim
Inversio uteri lebih sering terjadi akibat tekanan pada fundus uteri selama proses persalinan, yang biasanya dilakukan oleh tenaga medis yang kurang berpengalaman.
Gejala Inversio Uteri
Dokter biasanya dapat mendiagnosis kondisi ini dengan mudah. Gejala inversio uteri bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya, antara lain:
1. Tonjolan pada rahim
2. Kehilangan banyak darah atau penurunan tekanan darah yang cepat
3. Syok hipovolemik yang ditandai dengan pusing, lemas, merasa kedinginan, dan kelelahan


Tinggalkan Balasan