9,9 Juta Gen Z Nganggur, Tapi Gen-Z Di Blacklist dari Interview
Sebuah studi dari Deloitte menunjukkan bahwa hampir 50% dari Gen Z di seluruh dunia khawatir tentang keamanan pekerjaan mereka dan merasa stres karena ketidakpastian ekonomi yang dihadapi saat ini.
Dalam konteks Indonesia, tantangan ini diperparah oleh ketidakcocokan antara keterampilan yang dimiliki lulusan dan kebutuhan pasar kerja, serta rendahnya kualitas pendidikan di beberapa wilayah
Faktor yang Membuat Gen Z Dianggap Problematik
Beberapa faktor kenapa Gen Z sering dianggap ‘problematik’ di tempat kerja antara lain:
1. Oknum sudah di hire, baru 3-7 hari keluar nggak pamit
2. Oknum banyak yang memalsukan CV kerja, padahal nggak punya skill.
3. Oknum gede gengsi, mau gaji gede perusahaan bagus, tapi nggak bisa kerja.
4. Oknum lemah mental, sukanya kerja rebahan gaji jutaan.
5. Oknum dianggap nggak punya etika kerja ke ‘senior’.
6. Oknum dicap doyan berhutang tapi tidak mau bayar hutang.
Realitas yang Harus Dihadapi
Nggak sedikit owner dan HR yang dibikin trauma sama kelakuan oknum Gen Z. Tapi, mau di-blacklist pun, zaman terus berubah. Mau nggak mau, kita akan masuk eranya mayoritas pekerja adalah Gen Z.


Tinggalkan Balasan