Tak Disangka, Ternyata Nyamuk Pilih-Pilih Saat Akan Gigit Orang
Penelitian ini juga mempertimbangkan perbedaan antara “penarik kuat” atau orang yang cenderung lebih sering digigit nyamuk dengan “penarik lemah” atau orang yang tidak terlalu sering digigit nyamuk.
“Para peneliti menemukan bahwa ada beberapa asam karboksilat berbeda yang muncul lebih banyak pada kulit penarik kuat daripada penarik lemah,” ucap Dainis.
“Secara khusus, atraktor kuat menghasilkan tingkat tiga asam karboksilat yang jauh lebih tinggi,” tambahnya.
Tiga asam karboksilat pemikat nyamuk adalah asam pentadecanoic, heptadecanoic dan nonadecanoic. Sepuluh senyawa tak dikenal lainnya dalam kelas bahan kimia yang sama juga diidentifikasi pada kulit penarik kuat.
Menurut Science Direct, kadar asam pentadecanoic dan heptadecanoic terkait dengan asupan lemak susu. Sementara, asam nonadecanoic, adalah asam lemak yang biasa ditemukan dalam lemak dan minyak nabati, menurut Cayman Chemical.
“Jenis dan volume bakteri tertentu pada kulit dapat meningkatkan kemungkinan gigitan nyamuk,” ungkap Lindsey Zubritsky, seorang dokter kulit di Mississippi, mendukung poin Dainis.


Tinggalkan Balasan