Sumpah Pemuda dan Tantangan Zaman Digital: Mari Bersatu, Santun, dan Percaya pada Kepemimpinan ASR
Soekarno pernah berkata, “Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Kalimat legendaris ini menegaskan bahwa kekuatan bangsa bukan terletak pada jumlah, tetapi pada kualitas semangat dan kesadaran generasinya.
Kini, tantangan bagi pemuda bukan lagi penjajahan fisik, tetapi penjajahan pikiran dan informasi. Maka, pemuda Indonesia harus menjadi “pejuang literasi digital” berani berpikir kritis, bijak dalam bersikap, dan santun dalam berkomunikasi.
Sumpah Pemuda bukan hanya peringatan sejarah, melainkan seruan moral untuk bersatu, berkarya, dan beretika di tengah era keterbukaan. Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik balik untuk meneguhkan kepercayaan kepada kepemimpinan yang visioner, dan untuk membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan beradab.


Tinggalkan Balasan