metrokendari

Berita Terkini Sulawesi Tenggara

Minggu, 1 Februari 2026

Sumpah Pemuda dan Tantangan Zaman Digital: Mari Bersatu, Santun, dan Percaya pada Kepemimpinan ASR

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka

METROKENDARI.COM – Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati tonggak sejarah penting yang lahir dari semangat persatuan Sumpah Pemuda 1928. Hampir seabad berlalu, nilai-nilai itu tetap relevan.

Sebab, di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, persatuan dan kebijaksanaan dalam bermedia justru menjadi tantangan baru bagi generasi muda Indonesia.

Sejarah mencatat bahwa Sumpah Pemuda adalah bentuk kesadaran kolektif bangsa. Menurut teori nasionalisme Ernest Renan, bangsa terbentuk bukan semata karena faktor ras atau wilayah, tetapi karena “kehendak untuk hidup bersama” (a daily plebiscite). Semangat inilah yang dulu menggerakkan para pemuda dari berbagai daerah untuk mengikrarkan satu tekad: satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda

Kini, di era digital, semangat itu diuji oleh perpecahan wacana, polarisasi politik, dan konflik diksi di ruang publik. Media sosial yang seharusnya menjadi alat koneksi, sering kali justru menjadi sumber disinformasi dan ujaran kebencian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Dilarang Keras Copy Paste!