metrokendari

Berita Terkini Sulawesi Tenggara

Senin, 2 Februari 2026

Pertamina Jawab Tantangan Trend BBM Ekonomis di Tengah Ekspansi Otomotif

Bagian kerusakan mesin akibat salah pilih jenis BBM (Foto. Istimewa)

Hal itu dikarenakan bahan bakar belum waktunya terbakar, akan tetapi kenyataannya penggunaan BBM Oktan Rendah belum sampai ke atas, pistonnya sudah terbakar. Hal itu membuat tenaga maksimal dan irit tidak bisa dicapai.

Sejatinya sifat bakar bakar yang oktannya tinggi dalam hal ini Pertamax, itu sesuai timing dengan mesin sehingga performa mesin dan keiritan bahan bakar dapat dicapai.

Arief menjelaskan dengan bersemangat karena ia dan rekan-rekan mekanik lainnya sering menangani mesin yang mengalami penumpukan kerat karbon akibat kesalahan dalam memilih bahan bakar.

“Kami sering menangani busi yang hitam dan kerak pada mesin akibat salah penggunaan bahan bakar,” katanya.

Ia menambahkan kalau hasil pembakarannya hitam itu menunjukkan penggunaan bahan bakar yang boros.

“Kalau piston sudah hitam sekali berarti oktannya tidak sesuai karena meledak duluan, dia terbakar duluan jadinya menimbulkan kerak-kerak hitam,” tambahnya.

Arief mengungkapkan bahkan ada beberapa kejadian karena salah satu faktornya adalah kesalahan penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi kendaraan menyebabkan kendaraan turun mesin sebelum waktunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Dilarang Keras Copy Paste!