Perdana, Pemprov Sultra Ekspor 46 Kontainer Feronikel Senilai Rp49,49 M ke Tiongkok
“Ekspor feronikel perdana ini menunjukkan bahwa industri, pelabuhan, dan logistik di Sulawesi Tenggara semakin siap, efisien, dan berdaya saing. Yang terpenting, kemajuan ini harus berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur.
Ekspor perdana ini merupakan hasil sinergi antara PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional IV Kendari dan PT. Winarapan, serta menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran Sulawesi Tenggara dalam rantai perdagangan dan industri global, khususnya sektor pertambangan dan pengolahan nikel.
Gubernur menjelaskan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumber daya mineral yang sangat besar, terutama nikel, yang harus dikelola secara bijak, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kami tidak ingin sumber daya alam hanya diekspor dalam bentuk mentah. Hilirisasi harus mendorong transfer teknologi, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa pembangunan industri di Sulawesi Tenggara harus berjalan seiring dengan prinsip kelestarian lingkungan, tanggung jawab sosial perusahaan, dan pemberdayaan masyarakat lokal, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan.


1 Komentar