Akibat kondisi tersebut, Heru mengaku kerugian yang dialami oleh perusahaannya mencapai puluhan miliar rupiah.
Beberapa bulan lalu, jeti di lokasi tersebut sudah pernah di segel atau dipasangi garis polisi oleh Bareskrim Polri. Namun, pada malam harinya dibuka oleh oknum aparat yang diduga membekingi penambangan ilegal di IUP PT PDP.
Baca Juga
“Ini jadi tanda tanya, kami sudah melapor ke Polres, Polda hingga Bareskrim Polri bahkan ke Kapolri tetapi sampai saat ini tidak berani menindak tegas penambangan ilegal di dalam IUP PT PDP. Maka dari itu hari ini kami datang untuk mengambil hak kami,” ucap Heru.
Laporan. Wayan Sukanta