Pemerhati Hukum: Dugaan Motif Pemerasan ke Ridwan Bae Dibalik Aksi Demo
“Bila melihat konstruksi perbuatannya, ini sudah terdapat maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum,” tambah Muhram, yang juga seorang akademisi fakuktas hukum di Unsultra. Informasi yang diperolehnya, permintaan uang itu bukan sekali dan sudah kerap kali meminta bantuan, tapi karena tidak lagi dipenuhi, maka mengancam lewat demo.
“Pemerasan berkedok demonstrasi ini harus diberangus karena tidak bisa dibiarkan tumbuh di negara demokrasi. Modus-modus semacam ini, sudah bukan rahasia umum lagi, tapi sebagai anak daerah yang tahu bagaimana kontribusi Pak Ridwan terhadap Sultra, saya kira ini tidak bisa dibiarkan. Kerja-kerja serius Pak Ridwan untuk Sultra, jangan diganggu dengan hal-hal seperti ini. Pemerasan namanya,” tegas Muhram.
Untuk diketahui, dua pekan lalu, ada unjuk rasa di Jakarta oleh sekelompok orang yang mempersoalkan berbagai program infrastruktur di Sultra, yang dibiayai APBN. Nama Wakil Ketua Komisi V, Ridwan Bae ikut disebut-sebut.
Belakangan ketahuan, aksi itu tidak murni penyampaiaan aspirasi karena ada permintaan uang dibaliknya.
Ridwan Bae mengakui hal tersebut dan mengaku ada percakapan yang masuk ke beberapa orang yang ia kenal, dan diteruskan padanya.


Tinggalkan Balasan