Mengerikan! Cacing Raksasa Ini Bangkit dari Kubur Usai Beku Selama 46.000 Tahun
Nah, beberapa cacing gelang purba ini rupanya bisa mati suri di dalam permafrost yang dinginnya mirip freezer, plus kekurangan air dan oksigen. Cara bertahan hidup ini disebut cryptobiosis.
Selama cryptobiosis, metabolisme makhluk mikroskopis ini berhenti. Mereka juga tidak bereproduksi, berkembang, dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.
Baru ketika kondisi lingkungannya membaik, cacing ini bisa hidup kembali. Inilah yang terjadi pada cacing purba yang diteliti Shatilovich dkk dalam jurnal Plos Genetics.
Proses Bangkit dari Kubur
Sebelumnya, fenomena cryptobiosis ini ditemukan pada awal abad ke-18 oleh Antonie van Leeuwenhoek. Peneliti yang kelak jadi Bapak Mikrobiologi sedang mengamati debu yang kelihatannya tidak bernyawa.
Dalam satu jam berada di air, ‘debu’ itu hidup. Ini juga terjadi di makhluk mikroskopis beruang air tardigrade dan rotifera.
Tidak hanya bangkit dari kubur, cacing purba ini lalu bereproduksi. Ini artinya, spesies dari puluhan ribu tahun lalu ini bisa melahirkan keturunan yang sama sekali baru ke zaman modern.


Tinggalkan Balasan