metrokendari

Berita Terkini Sulawesi Tenggara

Senin, 2 Februari 2026

Mengenal Produk Indikasi Geografis Java Preanger Tea dari Bumi Parahyangan

Kebun Teh (Foto.IST)

BACA JUGA : Gandeng Kemenkumham, Kadin Sultra Siap Fasilitasi Pelaku UMKM Cetak E-Katalog

Ia menjelaskan dalam rangka menghasilkan teh yang bermutu tinggi, penanganan pucuk teh yang dipanen sebagai bahan baku perlu ditangani sebaik mungkin sebelum diproses dari kebun sampai ke pabrik. Kegiatan pengelolaan dan pemeliharaan tanaman semuanya bertujuan untuk menghasilkan kualitas catechin dan kafein yang tinggi karena senyawa ini berperan dalam rasa dan warna.

“Pucuk peko dimasukkan sedikit demi sedikit ke wadah yang telah ditentukan lalu masing-masing wadah yang telah berisi peko diserahkan ke mandor petik untuk di cek dan dikirim ke pabrik. Kita kirimkan sesegera mungkin ke pabrik teh untuk menghindari penurunan kualitas akibat reaksi kimia dari pucuk peko yang tidak terkendali,” lanjut Erdiansyah.

Menurutnya pengangkutan peko harus dilakukan secara hati-hati dengan menghindari penumpukan peko saat pengangkutan dari kebun ke pabrik dan jangan sampai terjadi panas dan memar. Ketika sampai di pabrik, daun teh peko yang telah dipanen diserahterimakan kepada petugas penerima di pabrik teh melalui pass box (kotak penerimaan pucuk) lalu petugas penerima akan mencatat berat, jam datang, dan asal pucuk untuk dilakukan proses pengolahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Dilarang Keras Copy Paste!