Karena Tak Aman, Rekapitulasi Suara di Papua Pegunungan Sempat Pindah-Pindah
“Kemudian juga pada saat itu juga banyak masyarakat yang tadinya di Tolikara dengan massanya juga datang dan beberapa hari sudah dilakukan rekap, kemudian juga merasa tidak nyaman,” kata Theodorus.
Theodorus menuturkan di hotel tersebut juga banyak berkumpul masyarakat yang protes terkait rekapitulasi Kabupaten Tolikara. Hal itu lantas menyebabkan pihak hotel tidak memberikan izin KPU untuk melakukan rekapitulasi di lokasi tersebut.
KPU pun kemudian memindahkan lokasi rekapitulasi ke Gedung Tongkonan di Jl Irian, Wamena. Theodorus mengatakan rekapitulasi pun berjalan selama beberapa hari di lokasi tersebut.
Namun, kata dia, masyarakat kembali mendatangi lokasi rekapitulasi KPU. Theodorus mengatakan pihaknya pun merasa tidak nyaman dengan hal tersebut.
“Koordinasi dengan pihak keamanan lalu Kapolresnya keluarkan surat bahwa masyarakat banyak menggunakan tombak, anak panah, kemudian juga parang, samurai, juga banyak alat sajam di seluruh lembah Kota Wamena,” jelas dia.
Pada akhirnya, kata dia, lokasi pun kembali dipindahkan ke Jayapura. Namun, menurutnya, masih ada masyarakat yang berusaha mengganggu proses rekapitulasi tersebut.


Tinggalkan Balasan