Inilah Penyebab Utama dan Cara Penularan HIV/AIDS
Dengan begitu, virus HIV dapat ‘mengambil alih’ mesin genetik sel, dan kemudian mengubahnya menjadi sumber produksi penghasil virus.
Karena HIV menargetkan banyak sel T CD4, tubuh jadi kurang mampu mempertahankan kekebalannya. Saat hal ini terjadi, infeksi yang seharusnya dapat dikendalikan jadi lebih mudah menyerang dan menjadi penyakit (infeksi oportunistik).
Ada berbagai gejala yang muncul segera setelah infeksi, seperti demam dan pembengkakan kelenjar. Setelah HIV berkembang menjadi AIDS, penderita akan dihadapkan pada gejala yang lebih serius, seperti penurunan berat badan ekstrem dan infeksi oportunistik (infeksi akibat bakteri, virus, jamur, atau parasit yang dapat menyerang seseorang yang miliki sistem kekebalan tubuh rendah).
Apabila ditangani dengan baik, risiko HIV berkembang menjadi AIDS dapat diminimalisir. AIDS (Acquired immunodeficiency syndrome) adalah tahap akhir dari infeksi HIV. Tanpa pengobatan, dibutuhkan waktu sekitar 8 hingga 10 tahun bagi HIV untuk berkembang menjadi AIDS.


Tinggalkan Balasan