metrokendari

Berita Terkini Sulawesi Tenggara

Minggu, 1 Februari 2026

Gurun Sahara Mendadak Menghijau, Ilmuwan Mulai Cemas

Gurun Sahara Mendadak Menghijau, Ilmuwan Mulai Cemas

“Zona Konvergensi Intertropis, yang menjadi alasan penghijauan (Afrika), bergerak lebih jauh ke utara seiring dengan semakin hangatnya dunia,” jelas Haustein.

Studi di jurnal Nature bulan Juni menemukan bahwa pergeseran lebih jauh ke utara dapat terjadi lebih sering dalam beberapa dekade mendatang karena kadar karbon dioksida meningkat dan Bumi menghangat.

Pergeseran ini tak hanya menghijaukan gurun, tapi juga mengganggu musim badai Atlantik dan berimbas besar bagi beberapa negara Afrika. Negara yang seharusnya memperoleh lebih banyak curah hujan mendapatkan lebih sedikit.

Sebagian wilayah Nigeria dan Kamerun biasanya diguyur hujan 20 hingga 30 inci dari Juli hingga September, tapi hanya menerima antara 50 dan 80% dari biasanya. Adapun wilayah yang biasanya lebih kering, termasuk sebagian Niger, Chad, Sudan, Libya, dan Mesir selatan menerima lebih dari 400% dari curah hujan biasanya sejak pertengahan Juli.

Ambil contoh wutara Chad, bagian dari Sahara. Biasanya hanya turun hujan hingga satu inci di sini dari pertengahan Juli hingga awal September. Namun, hujan antara 3 hingga 8 inci turun di waktu yang sama tahun ini. Curah hujan berlebihan menyebabkan banjir dahsyat di Chad. Hampir 1,5 juta orang terdampak dan sedikitnya 340 orang tewas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Dilarang Keras Copy Paste!