metrokendari

Berita Terkini Sulawesi Tenggara

Minggu, 1 Februari 2026

Dibalik Kecanggihan Teknologi AI Dan Potensi Kejahatan di Media Sosial

Teknologi AI

Keterbatasan Konteks dan Empati: AI tidak mampu melakukan investigasi mendalam, memahami konteks sosial atau lokal yang kompleks, dan tidak memiliki kecerdasan emosional atau etika. Jurnalisme yang baik membutuhkan keahlian manusia dalam storytelling dan mempertimbangkan dampak etis, yang tidak bisa digantikan AI.

Bahaya AI Menyerupai Wajah Seseorang

Bahaya AI yang mampu menyerupai wajah orang, atau yang lebih dikenal dengan teknologi deepfake, adalah masalah yang sangat serius dengan implikasi luas di berbagai sektor.

Deepfake menggunakan teknik deep learning untuk menghasilkan atau memanipulasi gambar, audio, atau video sehingga terlihat seperti orang sungguhan melakukan atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak mereka lakukan atau katakan.

Berikut adalah bahaya utama dari AI yang menyerupai wajah orang:

Pemalsuan Bukti: Deepfake bisa digunakan untuk membuat rekaman video atau audio palsu yang menunjukkan tokoh politik, selebritas, atau individu tertentu melakukan tindakan atau mengucapkan pernyataan yang tidak pernah terjadi. Ini dapat digunakan untuk menyerang reputasi, memanipulasi opini publik, atau memicu konflik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Dilarang Keras Copy Paste!