Cantik Bak Bidadari, Pesona Penjual Es Tebu di Bypass Mojokerto Ini Sukses Bikin Gagal Fokus Pembeli
“Karena keuntungannya lebih banyak daripada jualan kopi,” jelasnya.
Beberapa tahun terakhir, Wulan tak lagi menjualkan dagangan orang lain. Bermodalkan sekitar Rp 7 juta, ia menjadi pemilik warung es tebu tersebut sampai sekarang. Modal itu untuk membeli warung Rp 2 juta, selebihnya untuk perbaikan warung, membeli mesin giling tebu, serta peralatan lainnya.
Wulan mendapatkan pasokan tebu seharga Rp 93.000 per kolong atau 50 Kg. Setiap kolong biasa habis dalam 2 sampai 3 hari. Omzetnya antara Rp 350.000 sampai Rp 650.000 tergantung kadar air pada tebu. Kemudian, ia menjualnya Rp 10.000 per botol kemasan 600 ml atau Rp 5.000 per gelas.
“Biasanya ramai pembeli akhir pekan dan hari libur. Karena punya sendiri, paling sepi dapat Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu. Kalau ramai sampai Rp 350 ribu,” ungkapnya.
Wulan menyadari daya tarik utama warung es tebu di Jalan Bypass Mojokerto ini penjualnya yang tampil cantik dan seksi. Namun, ia enggan berpenampilan seksi untuk menarik pembeli. Ia berprinsip, penghasilannya dari jualan es tebu cukup untuk menghidupi anak dan ibunya yang tinggal di indekos Kelurahan Gunung Gedangan.


Tinggalkan Balasan