metrokendari

Berita Terkini Sulawesi Tenggara

Senin, 2 Februari 2026

Bukan Buatan Nazi, Ternyata Ini Asal Usul Kota Anak Kembar Candido Godoi

Bukan Buatan Nazi, Ternyata Ini Asal Usul Kota Anak Kembar Candido Godoi

“Efek genetik pendiri pemukiman setempat bisa jadi berpengaruh. Alhasil, terjadi pergeseran frekuensi alel (pasangan gen) yang tinggi antara leluhur dan populasi turunan. Karena ini adalah proses acak, founder’s genetic menghasilkan efek fenotip (karakteristik fisik yang dihasilkan gen dan lingkungan) yang tidak dapat diprediksi. Dalam kasus khusus ini, mungkin efeknya adalah frekuensi kelahiran kembar yang tinggi,” jelas para peneliti.

“Bukti kuat hipotesis founder’s genetic ini muncul dari tingginya koefisien perkawinan sedarah pada perempuan yang melahirkan anak kembar, ketimbang perempuan lain,” sambungnya.

Namun, Tagliani-Ribeiro dkk menggarisbawahi bahwa penelitiannya didasarkan pada data catatan pembaptisan di kota, bukan akta kelahiran resmi maupun catatan kelahiran rumah sakit.

Sebab, catatan pembabtisan disimpan rapi di berbagai gereja Katolik kota, mencakup nama dan jenis kelamin anak, tanggal lahir, serta nama dan tempat tinggal orang tua.

Catatan gereja khusus Katolik menjadi keterbatasan penelitiannya kendati 76,6 persen penduduk adalah umat Katolik, di samping hanya catatan kelahiran hidup yang diteliti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Dilarang Keras Copy Paste!