BI Sultra Gaungkan Pentingnya Literasi Keuangan di Kalangan Generasi Muda
“Sekarang hampir setiap transaksi e-commerce selalu ada tawaran pay later. Kelihatannya sepele, tapi kalau gagal bayar meski hanya Rp200 ribu, itu tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK OJK. Data ini bisa jadi pertimbangan perusahaan ketika merekrut karyawan,” kata Doni.
Menurutnya, catatan buruk di SLIK bisa membuat seseorang masuk dalam daftar hitam (blacklist) yang berimbas pada sulitnya “Ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi supaya adik-adik mahasiswa paham bahwa literasi keuangan itu penting. Bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan,” ujar Doni.
Ia berharap mahasiswa semakin sadar pentingnya literasi keuangan, bukan sekadar inklusi keuangan. Data OJK mencatat, tingkat inklusi masyarakat sudah mencapai 96 persen, namun literasinya baru 66 persen.
“Artinya, banyak yang sudah punya mobile banking, tapi hanya dipakai untuk transfer. Padahal ada banyak fitur lain yang bisa dimanfaatkan untuk mengatur dan mengecek kondisi keuangan pribadi,” Doni memungkas.*


Tinggalkan Balasan