Berkat Sistem Pertanian Inovatif, Petani Ini Cuan Rp 952 Juta
Awana mencatat setiap bulannya biaya senilai Rp 190 juta hinga 380 juta digelontorkan untuk biaya operasional. Mengenai keuntungan, ia bisa meraup hingga Rp 952 juta per tahunnya.
Jika dihitung-hitung Awana mencatat keuntungan per tahunnya kini ratusan kali lipat daripada ketika hanya menerapkan sistem pertanian tradisional.
Tak hanya mengambil keuntungan demi kepentingan diri sendiri, Awana ternyata juga aktif memberikan edukasi kepada petani di sekitarnya.
Sosoknya kini diakui sebagai petani yang menginspirasi terutama para petani di Rajashtan, bagian barat daya India.
Penerapan sistem pertanian terintegrasi ini tak hanya mendatangkan untung yang besar, tetapi juga terbukti lebih ramah lingkungan.
Sebab penggunaan bahan kimia seperti pestisida atau penyubur bagi hewan minim digunakan. Sehingga limbah pada kegiatan operasional yang menyentuh tanah dan kembali ke alam berasal dari bahan organik yang tidak akan mengganggu keseimbangan ekosistem lainnya.


Tinggalkan Balasan