Ali Mazi Disebut Ikut Nikmati Anggaran BBM Kantor Penghubung Sultra Saat Masih Jadi Gubernur
Setelah anggaran masuk, barulah user membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan menyerahkan ke bendahara, ketika sudah di setujui oleh bendahara, barulah LPJ disetorkan ke WKD untuk ditandatangani agar bisa dicairkan.
“Misal, belum ada uang dari pemerintah, kemudian mau di pake Ali Mazi dan pejabat lainnya, mereka cari uang dulu, modelnya seperti itu, bukan nanti ada pencairan baru dikasih engga, misalkan 20 juta untuk keperluan listrik Ali Mazi dan anaknya, pergi lah mereka mencari, atau mengutang, sehingga inilah yang ditagihkan ke bendahara untuk dibayar menutupi pengeluaran sebelumnya,” katanya.
Berbeda lagi di masanya tersangka Yusra
Yuliana Basra (YY) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) menggantikan WKD sebagai Kepala Kantor Badan Penghubung Sultra- Jakarta pada Bulan Maret 2023, pola yang digunakan berbeda dari WKD. Mereka menggunakan rekening penampung dengan atas nama Ridho dengan modus belanja BBM dan Pelumas.
Sehingga ia tegaskan, modus belanja BBM dan pelumas sudah bukan lagi kliennya menjabat. Kliennya terakhir menjabat Maret 2023, itupun ada sedikit keanehan dari segi administrasi, sebab di Bulan Januari 2023, ada beberapa dokumen bukan lagi kliennya yang tandatangani, tetapi tersangka YY.


Tinggalkan Balasan